Sekitar 100 mahasiwa dengan 15 dosen pendamping dari Universitas Lambung Mangkurat, belum lama ini berkunjung ke Laboratorium Matematika. Dalam waktu 3 jam kami berusaha menyuguhkan apa yang kami miliki di laboratorium. Yah laboratorum matematika FMIPA Unnes memiliki dua spot utama, yaitu laboratorium matematika (interior) dan taman matematika (Math Park). Spot kedua ini merupakan lokasi baru yang berada di halaman laboratorium matematika. Gagasan besar untuk menjadikan Jurusan Matematika sebagai kiblat dunia pendidikan matematika dan arena berwisata matematika yang melandasi di bangunnya Math Park ini. Salahsatu area yang ada di Math Park adalah Area Jembatan Königsberg .
Gambar 1: Hery Sutarto sedang memandu kunjungan dari Univeritas Lambung Mangkurat di Taman Matematika FMIPA Unnes
Gambar 2: Mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat melakukan simulasi untuk memecahkan masalah Jembatan Königsberg
Pada kesempatan ini, mahasiswa diberikan waktu untuk mensimulasikan secara langsung masalah jembatan Königsberg secara bergantian dengan strategi yang berbeda-beda. Pengalaman inilah menjadi menarik dan menimbulkan kesan dari pengunjung. Apa yang dilakukan? yah, mahasiswa berusaha untuk menemukan cara untuk melalui semua jembatan dari titik awal, dan harus kembali ke titik awal tersebut. Sebagai penanda bahwa jembatan sudah dilalui, maka mahasiswa mengambil bendera di tengah jembatan ketika melalui jembatan tersebut.
Apakah Mereka dapat memecahkan masalah Jembatan Königsberg tersebut? Bagaimana penjelasannya?
Berikut penjelasan secara matematikanya
Permasalah Jembatan Konsberg merupakan masalah nyata. Pada abad ke-18, di Prussia, terdapat sebuah kota yang bernama Königsberg. Kota ini sekarang bernama Kaliningrad, Russia. Beberapa area kota Königsberg dipisahkan oleh sungai Pregel sehingga untuk mencapai area kota yang lainnya penduduk harus berjalan melalui jembatan yang jumlahnya ada tujuh.
Bertahun-tahun kemudian, timbul sebuah pertanyaan pada penduduk Königsberg. Apakah bisa melalui semua jembatan hanya dengan satu kali jalan? Seorang matematikawan asal Swiss, Leonhard Euler, berhasil memecahkan teka-teki ini dengan menggunakan teori graf. Sebelum kita memecahkannya, mari kita belajar sedikit mengenai teori graf dan istilah-istilahnya.
Pertama-tama, kita sederhanakan gambar jembatan Königsberg.
Kedua, gambar jembatan Königsberg dapat disederhanakan lagi menjadi bentuk graf.
Ketiga, setelah disederhanakan menjadi bentuk graf, dapat dengan mudah diketahui terdapat:
- 4 titik, yaitu A, B, C, dan D,
- 4 titik berderajat ganjil, yaitu A, B, C, dan D,
- tidak ada titik yang berderajat genap.
Dengan demikian, dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa jembatan Königsberg ini bukanlah lintasan Euler sehingga tidak dapat dilintasi hanya dengan satu kali jalan.







0 komentar:
Posting Komentar