Efek nyata dan langsung yang dirasakan oleh sekolah-sekolah Mitra USAID PRIORITAS, khususnya terhadap perubahan paradigma proses pembelajaran di kelas menjadikan sekolah-sekolah di luar sekolah mitra penasaran dan tertarik untuk mengikuti jejak. Universitas Sebelas Maret bekerja sama dengan USAID PRIORITAS mengadakan kegiatan Replikasi Pelatihan Praktik yang Baik dalam Pembelajaran bagi Guru-guru SMP dan MGMP Matematika di Kota Surakarta. Kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari. Ciri khas pelatihan yang diadakan oleh USAID PRIORITAS yang melibatkan langsung para peserta dari rangkaian kegiatan satu ke kegiatan berikutnya mampu mengunci peserta untuk selalu duduk, terlibat, dan berperan aktif. Berikut rundown kegaiatan yang dilakukan.
Hari 1
Unit 1 : Contextual Teaching and Learning
Unit 2 : Mengelola Pembelajaran di SMP
Unit 3 : Memahami Kurikulum
Unit 4 : Melayani Perbedaan Individu
Hari 2
Unit 5 : Pertanyaan dan LK
Unit 6 : Penilaian Authentic
Unit 7 : Gender di Sekolah
Unit 8 : Literasi Lintas Kurikulum
Hari 3
Persiapan dan Simulasi Praktik Mengajar
Hari 4
Praktik Pengajara di Sekolah Latihan
Refleksi Pengajaran
Rencana Tindak Lanjut
Dalam falsafah Jawa guru diartikan sebagai sosok teladan yang
harus "digugu lan ditiru”. “Digugu” arti yang dekat dalam bahasa nasional adalah dipercaya.
Apapun yang dilakukan oleh seorang guru "dipercaya" bahwa itu merupakan suatu kebaikan,
suatu kebenaran. Sedangkan “ditiru” dalam bahasa indonesia artinya dicontoh, diikuti, menjadi teladan bagi orang-orang yang berada di sekiranya. Yang
“digugu dan ditiru” dari guru adalah semua apa yang melekat pada dirinya, baik
perkataan maupun perbuatannya.
Kita juga mendapatkan definisi tentang guru dalam Undang-undang nomor 14
Tahun 2005 tentang guru dan dosen. Disebutkan bahwa Guru adalah pendidik
profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan,
melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini
melalui jalur formal pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Pengertian guru
diperluas menjadi pendidik yang dibutuhkan secara dikotomis tentang pendidikan.
Tanpa mengesampingkan definisi
tentang guru di atas, pada hakikatnya kita semua adalah seorang guru dan/atau
pendidik. Setidaknya kita menjadi guru bagi anak-anak kita sendiri. Selanjutnya
saya menyebut guru dan siswa, baik pada pendidikan formal maupun informal.
Artikel kecil ini di buat pada saat mejadi pembicara dalam seminar Hari Guru Tahun 2015 di Jurusan Matematika FMIPA Unnes, dengan judul artikel yang sama. Materi dalam bentuk PPT dapat di unduh dalam tautan di akhir artikel bagian 1 di bawah.
Pada kajian kali ini akan di
bahas aspek kecil yaitu komunikasi/dialog/perkataan yang terjadi antara guru dan siswa. Ada kalanya siswa kita tidak
seperti apa yang kita harapkan, terutama dari segi kemampuann yang
diperlihatkan selama dia belajar. Jika kita dihadapkan dalam persoalan tersebut, Al Quran telah mengajarkan kepada kita bagaimana cara kita bersikap, bertutur kata yang tertuang dalam beberap ayat-Nya.
1. Qaulan Layyina
“Mungkin” secara tidak sadar kita sering berkata dengan keras atau dengan nada tinggi kepada siswa. Sering ketika kita baru memasuki ruang kelas, didapati siswa kita ramai, maka kita akan bersuara "Hallo..anak-anak..". Tetapi anak-anak masih tetap ramai dalam pembincangannya, maka suara dari mulut kita semakin tinggi, "anak-anak..diam!". dan semakin keraslah kita, "DIAM!!!". Atau kata-kata kasar tersebut
muncul ketika melihat siswa-siswa sedikit tidak disiplin.
Pesan Ibn ’Athaillah dalam
kitab Al-Hikam
Setiap perkataan
yang terucap, selalu mencerminkan keadaan hati yang mengucapkannya.
Pada saat seperti itu, jika kita tidak bisa mengendalikannya, maka satu hari itu hati kita akan dipenuhi dengan kemarahan. Bahayanya lagi, akan timbul bencana yang lebih besar yang ditimbulkan oleh kemarahan tersebut.
Sekarang, cobalah lihat dalam firman Allah surat At Thoha ayat 44. [20; 44]
44. maka berbicaralah
kamu berdua kepadanya (Fir’aun) dengan kata-kata yang lemah lembut,
mudah-mudahan dia sadar atau takut.
Lihatlah, betapa Al Quran mengajarkan bagaimana berbicara.
Kepada seorang Fir’aun yang perbuatanya sudah diluar batas kemanusiaan, yang
dia dijamin masuk neraka. Nabi Musa. A.S diminta untuk tidak berbicara dengan
emosi, dengan perkataan yang keras, melainkan dengan kata-kata yang lemah
lembut (qaulan layyina). Ingatlah, ketika kita berbicara kasar, maka sesungguhnya kita sedang mengajarkan kepada siswa kita untuk menjadi seorang pemarah. Diakhir surat tersebut juga terucap sebuah doa, sebuah harapan "mudah-mudahan dia (Fir'aun) sadar atau takut". Yah, kekerasan ternyata akan semakin menjadi jika di lawan dengan kekerasan. Kekerasan hanya dapat dipadamkan dengan kelemahlembutan. Berpikir ulanglah 100 kali, jika kita akan berkata-kata kasar dengan siswa atau dengan anak kita. Selalu panjatkan doa-doa untuk mereka.
Bersambung.....
Unduhan materi dalam bentuk PPT, klik
di sini
 |
| Gambar 1: Beberapa logo yang diilhami oleh mobius strip |
Anda pasti tidak asing dengan dua logo di atas...
Ya benar logo tersebut adalah logo ReUse, ReDuce, ReCycle. Sedangkan logo kedua adalah logo dari antivirus Smadav. Penggunaan logo ini bukan tanpa makna. Kedua logo ini menggambarkan adanya suatu "daur" yang terus menerus. Pada logo pertama, jelas biasanya ditekankan pada suatu barang yang bisa di daur ulang. Demikian juga pada logo kedua. Antivirus ini mengkalim bahwa bisa "mengupdate" dirinya sendiri secara otomatis atau secara terus menerus.
Ternyata logo tersebut dilhami dari seorang matematikawan yang bernama Agustus
Ferdinad Mobius (1970 – 1868). Temuan sederhana dari suatu materi matematika yang didapatkan pada waktu SMA, yaitu tentang Vektor.
Relasi terakhir ini diwujudkan dengan objek yang dinamakan Pita Mobius (Mobius Strip).
 |
| Gambar 2: Pita Mobius |
Lintasan Mobius atau yang lebih dikenal dengan pita
mobius merupakan salahsatu benda atau
mungkin satu-satunya benda yang hanya mempunyai satu permukaan saja.
Percaya atau tidak...?
Coba telusuri kebenaran tersebut dengan memulai perjalanan
tangan Anda pada satu titik/permukaan, terus ikuti lintasan tersebut. Pada
suatu saat tangan Anda akan berada tepat di bawah titik mula-mula. (Ya Tidak
...?)
Teruskan perjalanan tangan Anda... dan sampailah pada
titik awal Anda memulai perjalanan...
Artinya Lintasan tersebut terletak pada permukaan yang
sama. Dengan kata lain, permukaan tersebut memiliki satu permuakaan saja.
Apa yang terjadi jika kita berusaha "memotong atau membelah" pita mobius yang hanya memiliki satu permukaan saja? [Cobalah..]. Atraksi ini bisa menjadikan suatu hal yang menarik bagi anak-anak atau bagi pengunjung Laboratorium Matematika Unnes.
 |
| Gambar 3: Atraksi menggunting atau membelah pita mobius |
Mobius Strip ini juga menginspirasi kami, tim pengelola Laboratorium Matematika untuk menciptakan satu arena di taman matematika yang dimiliki oleh Jurusan Matematika, FMIPA Universitas Negeri Semarang.
 |
| Gambar 4: Arena Mobius Strip, salah satu arena bermain di taman matematika Jurusan Matematika FMIPA Unnes |