Media Pendidikan Matematika (MPM) 1 adalah mata kuliah yang bertujuan mengembangkan media pembelajaran yang digunakan di sekolah berupa yang biasanya hanya media bangun datar (menemukan luas daerah berbagai bangun datar) dan bangun ruang (menemukan volum berbagai bangun ruang beraraturan). Selama bertahun-tahun produk yang dihasilkan statis, tidak banyak perubahan. USAID PRIORITAS sedikit banyak memberikan pengetahuan baru bagi saya. Pemahaman tentang Lembar Kerja, Problem Solving, pengajaran yang baik, dan termasuk pengembangan media.
Pada suatu perkuliahan, saya mempraktikan pengembangan media matematika sederhana dan kebermanfaatanya dalam kehidupan. Atau yang sekarang bisa dikenal sebagai Experiential Learning. Berikut yang saya lakukan.
Gambar 1: Dosen
mennggunakan alat dan bahan sederhana, yakni selembar kertas dalam perkuliahan Media
Pendidikan Matematika
Dosen mengambil selembar kertas
berukuran A4. Kemudian dipotong menjadi dua buah, yang masing-masing berukuran
sama. Satu bagian ujung-ujungnya direkatkan sehingga membentuk balok tanpa
tutup, sedangkan satu bagian lainnya dibentuk tabung tanpa tutup. Tampak pada
gambar 2.
Gambar 2: balok tanpa
tutup dan tabung tanpa tutup yang dibuat dari kertas yang berukuran sama
Kemudian dosen memberikan Pertanyaan
dugaan (konjecture) yang dilontarkan
pada mahasiswa adalah “Mana yang lebih kuat menahan beban, jika diatasnya kita
berikan beban pada keduanya dan berikan alasannya”. Alhasil, beragam dugaan dan
argumen yang dihasilkan beragam, dan semakin membuat penasaran mahasiswa
peserta mata kuliah.
Gambar 3: Dosen
pengampu MPM 1 mendemonstrasikan pemberian beban pada balok tanpa tutup dan
tabung tanpa tutup
Setelah dilakukan percobaan,
dosen melontarkan satu pertanyaan lagi, “kenapa bisa demikian, jelaskan secara
matematis”?. Kemudian diskusi kembali menghangat dari argumen-argumen yang
dikemukakan oleh mahasiswa. Beberapa jawaban dari mahasiswa banyak yang mendekati
kebenaran.
“bahwa beban yang datang kepada balok tanpa tutup hanya
tersebar kepada empat titik/tempat saja, yaitu pada pojok-pojoknya, sedangkan
pada tabung tanpa tutup, beban yang datang disebarkan secara merata pada setiap
titik pada lingkaran atas. Inilah yang mengakibatkan tabung mampu menahan beban
tersebut daripada balok tersebut”.
Gambar 4: penjelasan
penyebab kekuatan yang berbeda dari ballok dan tabung
Hal inilah
yang dimanfaatkan dalam dunia arsitektur/bangunan, salahsatunya bahwa bentuk
beton yang lebih kuat adalah yang berbentuk tabung, bukan balok. Kenapa pipa
paralon berbentuk tabung, bukan balok, dan masih banyak lagi penjelasan tentang
kebermanfaatan matematika sederhana ini.
Catatan: Artikel ini sudah dimuat pada Majalah Online Usaid Prioritas.
http://www.prioritaspendidikan.org/id/post/380/mana-yang-lebih-kuat---balok-atau-tabung--- tertanggal 14 Januari 2015









0 komentar:
Posting Komentar